Coworking Space Sebagai Tempat Lahirnya Startup

Tanggal Upload : 15 Oct 2019

Penulis : Meivita

Dunia startup sudah menjadi style baru dalam perkembangan bisnis di indonesia. Startup yang merupakan perusahaan rintisan berbasis digital menjadikan teknologi dan internet sebagai core bisnisnya. Di indonesia, startup sendiri mulai berkembang sejak tahun 2015 dengan jumlah startup yang berjumlah puluhan dan pada tahun 2019 berjumlah ribuan startup dengan fokus andalan di bidang on demand service, fintech dan e-commerce.

 

Dalam perkembangannya, membangun bisnis startup menjadi lebih menarik dibandingkan perusahaan konvesional. Keuntungan yang dijanjikan oleh startup dengan modal yang amat sedikit bila dibandingkan dengan perusahaan konvensional tentu saja mampu menyihir generasi produktif untuk lebih tertarik membangun startupnya sendiri. Bisa kita lihat bahwa Gojek sebagai salah satu startup unggulan karya anak bangsa mempunyai nilai valuasi sebanyak 142 triliun pada bulan April tahun 2019. Jika kita bandingan dengan perusahaan konvesional andalan Indonesia, Garuda Indonesia misalnya, nilai valuasinya pada tahun ini hanya berkisar 11,7 triliun. Jauh sekali

dibandingkan dengan gojek.

 

Mengapa bisa demikian?

Gojek menjadikan teknologi berbentuk aplikasi sebagai kendaraan utama. Hal ini berarti Gojek mampu mencakup sekian juta konsumen dalam detik yang bersamaan dengan modal yang sedikit. Garuda Indonesia harus merogoh kocek yang dalam untuk modal usahanya seperti pembelian pesawat airbus dan bahan bakar avtur yang dari tahun ke tahun harganya semakin melangit tentu jauh menghabiskan banyak modal. Bandingan dengan Gojek yang hanya bermodalkan aplikasi dan sedikit sekali modal yang dikeluarkan untuk biaya operasional. Tentu saja persaingan ini dimenangkan oleh Gojek. Maka tidak mengherankan jika nilai valuasi gojek mampu mencapai 14 kali lipat diatas garuda.

 

Kemajuan teknologi ditambah dengan makin inovatifnya generasi muda dalam menciptakan ide-ide baru membuat industri startup mulai menjamur di kota-kota pelajar. Yogyakarta sendiri misalnya, terdapat 54 startup yang tercipta di tahun 2018. Berbagai macam fasilitas pun banyak tersedia di Yogjakarta untuk mendukung pertumbuhan startup disini. Kampus-kampus di yogyakarta sudah mulai menaruh perhatian penting pada bisnis startup dengan memfasilitasi mahasiswanya melalui inkubator bisnis startup seperti UGM dan Amikom. Inkubator ini berfungsi membantu para calon pencetus startup untuk menggodog konsep dan model bisnis serta pembuatan produk awal. Biasanya program inkubasi berlangsung selama 6 bulan.Setelah startup lulus dalam program inkubasi, maka dilanjutkan program akselerator yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis startup tersebut. Biasanya program akselerasi tersebut berlangsung selama 3 bulan.

 

Perkembangan kampus dengan inkubator sejalan dengan munculnya program-programuntuk memacu pertumbuhan startup di Yogyakarta seperti startup weekend. Kegiatan ini diselenggarakan oleh G45 Coworking space dan Innovative Academy UGM merupakan tempat bertemunya para pencetus ide startup, mempresentasikan ide mereka, membentuk team, bertemu mentor, survey market hingga membawa konsep tersebut kepada juri. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari pada 6-8 September 2019 ini mengusung konsep Tourism dan Heritage dengan melibatkan berbagai praktisi startup, stakeholder di bidang terkait serta diikuti peserta dari berbagai latar belakang. Pemenang dari startup weekend ini mendapatkan fasilitas berupa domain free untuk menjalankan startup dan free membership di G45 Coworking Space selama 1 bulan. Hasil dari Startup Weekend ini diperoleh 5 ide startup;

 

ARCa ( Augmented Reality Candi) : aplikasi edukasi untuk mengetahui informasi

mengenai area candi

SewaIn : aplikasi e-commerce di bidang penyewaan alat-alat adventure

BeliveIn : aplikasi e-commerce yang menawarkan konsep slow-living di pedesaan

PanduHati : aplikasi e-commerce di bidang travelling untuk menyembuhkan patah hati

Build Temple : aplikasi game online tentangf candi-candi di Indonesia.

 

Coworking space itu sendiri yang berarti ruang kerja bersama sebenarnya memiliki konsep sebagai tempat berkolaborasi satu sama lain. Tempat yang di design dengan nyaman dan akses internet yang cepat sangat mendukung para pemula startup untuk mendiskusikan ide mereka bersama tim maupun expert yang berada disana.Bukan hanya itu, coworking space juga memfasilitasi orang-orang yang untuk saling berbagi pengetahuan dan berinovasi. Bahkan bagi para pemilik ide startup, ini dapat menjadi kesempatan yang bagus untuk mempresentasikan ide mereka dan kesempatan bertemu calon investor.

 

Bagi yang sudah memiliki team dan dan konsep startup, coworking space dapat menjadi pilihan bagus untuk bekerja. Layaknya startup yang belum mendapatkan keuntungan pada awal menjalankan bisnisnya, maka menyewa ruangan/perkantoran dengan harga minimal 20 juta untuk daerah Yogyakarta bukanlah pilihan bijak. Harga tersebut tentu dirasa amat memberatkan, bahkan itu diluar biaya operasional seperti listrik, akses internet, dll. Disinilah coworking space menjadi solusi. Dengan membership yang hanya berkisar ratusan perbulan dapat memangkas biaya operasinal. Belum lagi benefit-benefit dari kegiatan yang diadakan oleh coworking space itu sendiri yang dapat diikuti secara gratis. Ke depannya nanti di harapkan coworking space dapat menjadi tempat startup untuk bernaung dan berkembang untuk terus mengembangkan skill dan kualitas baik

bagi startup maupun pelaku bisnis itu sendiri.

Share This Article :